Profil Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus

Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus yang sekarang dikepalai oleh Safli Arsyid, terlihat cukup banyak disandari kapal-kapal ikan diatas 60 GT. Kapal-kapal ini umumnya merupakan jenis longliner dan purseiner yang fishing groundnya di perairan laut dalam atau sampai ZEEI Samudera Hindia. Hampir dua kali dalam seminggu kapal-kapal tuna membongkar hasil tangkapannya di pelabuhan ini untuk kemudian diekspor ke Jepang dan Amerika.

Departemen Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap melaksanakan pembangunan infrastruktur pelabuhan perikanan, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya untuk suplai umpan armada tuna yaitu ikan bandeng dan Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan untuk peralatan pengujian mutu ikan dan sertifikasi mutu hasil perikanan. Pemerintah Daerah baik Gubernur maupun Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Barat sangat mendorong dan berupaya penuh membantu mewujudkan hal tersebut.

Gubernur Sumatera Barat telah menetapkan Surat Keputusan nomor : 523.5/608-DKP.5/2009 tanggal 16 Maret 2009 tentang Pembentukan Tim Pengembangan Sentra Tuna Wilayah Indonesia Bagian Barat Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong terwujudnya Sumatera Barat sebagai sentra tuna wilayah Indonesia bagian barat. Tim ini terdiri Satuan Kerja Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Provinsi dan instansi terkait lainnya termasuk PPS Bungus. Hal ini sebagai salah satu upaya terobosan agar kendala administrasi dan teknis dalam implemetasinya dapat diatasi segera.

Berbagai hal sebagai kebutuhan dasar penunjang utama seperti pelabuhan udara, infrastrukturnya telah mencukupi seperti Pelabuhan Udara Bandara Internasional Minangkabau (BIM), dan Pelabuhan Umum Teluk Bayur yang sangat menunjang untuk mobilisasi alat, bahan dan perlengkapan lainnya.

Sebagaimana diceritakan oleh Ir. Riyanto Roesdi (Kabid Pengembangan PPS Bungus), saat ini ekspor ikan tuna segar masih melalui jalur transportasi pesawat dengan rute Padang-Jakarta-Singapura-Jepang/Amerika. Hal ini menjadi persoalan yang cukup pelik karena rute yang terlalu panjang dan jauh membuat ikan tuna mutunya dikhawatirkan akan menurun dan juga membuat biaya yang semakin membengkak sehingga ditakutkan membuat daya saingnya menurun di pasaran. Hal ini diharapkan dapat diatasi segera dengan bantuan berbagai pihak seperti juga senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat (Ir. Yosmeri) dengan kesediaan dan kesiapan CARDIG AIR untuk membuat rute ekspor baru melalui Padang-Singapura-Jepang/Amerika. Namun sebagai armada cargo swasta ini yang juga harus dipikirkan sisi ekonomisnya, Cardig Air perlu dukungan dari berbagai stakeholders agar armadanya tidak kosong waktu meluncur dari Singapura ke Padang dan tentunya para pengusaha di Padang perlu digalang agar dapat memanfaatkan jasa ini sehingga pada ujungnya dapat menguntungkan semua pihak dan meningkatkan perekonomian Sumatera Barat. Jika rute baru dapat terwujud juga akan membuat penghasilan devisa Sumatera Barat meningkat tentunya.

Bahan dan peralatan pendukung ekspor tuna seperti steroform, kardus, plastik dan utamanya dry ice juga masih mengandalkan suplai dari Jakarta. Hal ini tentunya harus dipecahkan sehingga tidak menjadi hambatan pada saat volume ekspor meningkat dan utamanya efisiensi biaya jika segala bahan dan peralatan pendukung siap di kawasan.

Yang tidak kurang pentingnya adalah ketersediaan umpan ikan tuna yaitu ikan bandeng untuk memenuhi kebutuhan armada penangkapan tuna longline. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dan DKP Prov. Sumbar telah secara intensif mendorong petambak untuk membudidayakan udang. Hal ini telah berhasil dilakukan di Kabupaten Pasaman.

Kesiapan sumberdaya manusia untuk mengantisipasi beroperasinya kapal-kapal tuna yang umumnya telah menggunakan teknologi modern juga menjadi satu hal yang harus mendapatkan pemecahannya. Kesiapan sumberdaya manusia pengelola dan operasional di pelabuhan perikanan juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena produk ikan tuna segar harus betul-betul dijaga kualitasnya sebagaimana yang dipersyaratkan importir.

Pengaruh Global Warning yang salah satunya diindikasikan dengan naiknya volume air laut berakibat melemahnya kegiatan industri perikanan tangkap terutama di PPS Muara Baru dan kenaikan harga-harga barang termasuk BBM memberikan pengaruh langsung terhadap efisiensi operasional usaha penangkapan ikan khususnya bagi kapal perikanan tuna longline berukuran 30 GT keatas yang beroperasi di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 9, sehingga mereka mencari tempat baru untuk kelangsungan usaha mereka dan sebagian mengalihkan pelabuhan pangkalannya ke PPS Bungus, namun pertanyaan yang perlu dijawab adalah ”apakah ke depan PPS Bungus mampu menjadi gula bagi armada semut kapal perikanan tersebut?”.

Berbagai prasarana pelabuhan untuk mendorong peningkatan investasi dan kegiatan ekonomi dengan memberikan kesempatan serta peluang kepada pihak swasta, koperasi, dan KUB dengan pembangunan fasiltas yang bersifat komersial terus dipasarkan ke pihak investor. Beberapa investor diluar pengusaha kapal alat penangkapan ikan dan sarana perlengkapan lainnya yang aktifitasnya cukup menggeliat antara lain :

  • PT. Danitama Mina; Bergerak dalam usaha pemasaran es balok dengan kapasitas 60 ton/hari, digunakan untuk kebutuhan kapal-kapal ikan di Bungus maupun di luar kota Padang dan juga dimanfaatkan oleh pedagang ikan yang ada di lokasi pelabuhan. Luas area yang digunakan untuk bangunan pabrik es seluas 1.523 M2, ruang operasional genset, blower dan pompa seluas 185 M2.
  • PT. Sinar Agromina Utama (SAMU); Bergerak pada kegiatan processing ikan tuna untuk ekspor dan cakalang baik dalam bentuk whole fish (utuh disiangi) maupun fillet (irisan). Fasilitas yang dimanfaatkan adalah gedung dan tanah industri perikanan untuk pembangunan fasilitas pengolahan ikan tuna dan cakalang (cold storage dan chilling), dengan luas keseluruhan 1.328 m2.
  • PT. Dempo Andalas Samudera; Bergerak di bidang pengolahan ikan yang menyewa lahan di PPS Bungus seluas 6.700 M2. Kegiatan pembangunan unit pengolahan hasil perikanan PT. Dempo Andalas Samudera telah mulai dibangun 29 November 2006 yang langsung diresmikan oleh Gubernur Sumatera Barat dan beroperasi pada pertengahan tahun 2007 dan sampai sekarang masih beroperasi dengan baik.

Pelabuhan Perikanan ini juga telah mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung upaya peningkatan kapasitas dan kualitasnya. Pelayanan bengkel meliputi pekerjaan perbaikan kapal, perbaikan mesin dan menggunakan alat Wise/Vessel Lift dengan kapasitas angkat untuk kapal 30 GT.

Kesiapan suplai BBM (utamanya solar) ke kapal ikan juga telah memadai. Hal ini dilaksanakan oleh KUD Mina bermitra dengan Mina Utama Jakarta dan Koperasi Pegawai Pelabuhan dengan menyewa tangki BBM milik Pelabuhan yang berkapasitas 75 ton. Selain itu disalurkan oleh Primkopal dan Primkopol dengan harga bervariasi. Namun sangat disayangkan nelayan sampai sekarang belum mendapatkan BBM subsidi. Air bersih untuk keperluan kapal perikanan, pabrik es, pabrik pengolahan, docking kapal, kapal wisata maupun warung-warung disuplai melalui Reservoar milik Pelabuhan.

Sampai dengan tahun 2008 keragaan pelabuhan adalah kunjungan kapal 10.069 kapal, pendaratan ikan 1.160 ton, ekspor ikan 297 ton, penyerapan tenaga kerja 1.237 orang, nilai produksi ikan 28, 35 milyar dan PNBP 212 juta rupiah.

Cara Pembuatan Bakso Udang

Bahan:
4 lembar daun selada, potong lebar
1 sdm daun bawang iris halus
150 g rumput laut tawar

Bakso :
500 g udang, kupas kulit dan kepalanya (sisihkan untuk kaldu)
4 sdm tepung kanji
1 siung bawang putih, iris tipis, goreng
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdt daun bawang iris halus

Kuah :
600 ml air
4 siung minyak wijen, untuk menumis
1 1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1 sdm kecap asin

Cara membuat:
Bakso: Sisihkan udang 12 ekor. Haluskan sisa udang, kanji, bawang goreng, garam dan merica dalam blender. Campurkan daun bawang, bulatkan, tancapkan seekor udang. Kukus hingga masak (10 menit).

Kuah: Rebus kulit dan kepala udang 10 menit, angkat. Saring, hingga diperoleh 500 ml kaldu. Jika kurang, tambahkan air masak. Tumis bawang putih hingga harum, tuangi kaldu. Tambahkan garam, merica dan kecap asin. Didihkan, angkat.

Atur daun selada dan rumput laut dalam mangkuk saji, beri bakso udang.Tuangi kuah, taburi daun bawang. Sajikan panas.

Kandungan gizi udang

No Unsur gizi Kadar/100 g bahan
1 Energy (kal) 91
2 Protein (g) 21
3 Lemak (g) 0.2
4 Karbohidrat (g) 0.1
5 Kalsium (mg) 136
6 Fosfor (mg) 170
7 Zat besi (mg) 8
8 Vitamin A (si) 60
9 Vitamin B (mg) 0.01
10 Vitamin C (mg) 0
11 Air (g) 75

Fakta Menarik Tentang Lumba-lumba

Lumba-lumba, mamalia air yang satu ini mungkin tak asing lagi bagi kita, sosok ikan yang melambangkan persahabatan dan juga sosoknya yang ramah, lucu dan imut membuat manusia cepat akrab dan menyukai mamalia yang satu ini.

Lumba-lumba banyak dimanfaatkan oleh berbagai pihak, seperti militer AS yang pernah melakukan percobaan terhadap lumba-lumba untuk misi Spionase (mata mata). Lumba-lumba memiliki kemampuan unik yang sesungguhnya bila kita sebagai manusia jeli dapat menangkap maksud dari perubahan perilaku lumba-lumba tersebut.

Kemampuan uniknya tersebut antara lain, suka menolong manusia yang kebetulan tersesat atau terombang ambing di tengah laut (biasanya lumba-lumba menolong dan membimbing menuju perairan), selain itu dapat juga mengetahui kapan bencana gempa akan terjadi.

Semua itu memungkinkan karena lumba-lumba merupakan hewan yang sangat mudah untuk dilatih. diperkirakan terdapat antara 30 sampai dengan 40 jenis lumba-lumba, 5 diantaranya merupakan lumba-lumba yang hidup di air tawar. Walaupun mereka hidup di dalam air, lumba-lumba adalah mamalia yang bernafas melalui blowhole, yang terletak di bagian atas kepala mereka.

Beberapa jenis lumba-lumba harus naik ke permukaan untuk bernafas setiap 20 sampai 30 detik. Lumba-lumba sangat sosial, gemar bermain, teliti, dan cerdas. Mereka hidup dalam kelompok atau keluarga yang disebut Pods. lumba-lumba berisitirahat dengan hanya mengaktifkan setengah dari otak mereka, dan mata nya terbuka sebelah.

Hal ini memungkinkan mereka untuk naik ke permukaan untuk bernafas dan untuk melindungi diri dari predator. lumba-lumba jantan biasa disebut Bulls (banteng) sedangkan betinanya di sebut Cows (sapi). Lumba-lumba dapat mencapai kecepatan 60 km/jam nya atau 37 mph. Selain itu Kedua sisi otak lumba-lumba bekerja secara terpisah.

Selama 8 jam, kedua sisi otak itu sadar. Kemudian sisi yang kiri akan tidur selama 8 jam. Setelah sisi itu terbangun, sisi yang kanan akan tidur selama 8 jam. Dengan demikian lumba-lumba dapat tidur selama 8 jam tanpa harus berhenti secara fisik dan terus berenang.

lumba-lumba 2

lumba-lumba menggunakan suara untuk indera penglihatan nya, menggunakan suara untuk mencari ke arah mana dia harus berenang mencari makan, yang unik saat lumba-lumba mengeluarkan suaranya untuk mencari ikan-ikan kecil makanannya, maka ikan-ikan kecil itu akan tidak berdaya.

Fakta lain dari lumba-lumba yang mungkin kita sering mengetahuinya adalah mereka suka mengiringi kapal kapal yang berlayar di tengah lautan di sisi kiri kanan lambung kapal, hal ini tentu saja menjadi tontonan tersendiri bagi penumpang kapal.

Beberapa tahun belakangan ini, banyak lumba-lumba yang diburu untuk dijadikan bahan makanan karena dipercaya memiliki khasiat kesehatan. Hal ini sungguh sangat menyedihkan, karena hal tersebut dapat menyebabkan kepunahan hewan itu dari muka bumi. Sering kita mendengar, mereka terdampar di pesisir pantai karena akibat dari terganggunya sistem navigasi yang di karenakan gelombang panas atau adanya gangguan lain di laut.

Bila gendang telinga binatang itu rusak, mereka akan kehilangan arah, dan kemudian muncul ke permukaan lalu berenang tak tentu arah. Mari kita Lindungi lumba-lumba !!!